Kerangka Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek yaitu konteks,
kompetensi, dan mata pelajaran. Pada aspek kompetensi, ditekankan pada
karakter, numerasi, literasi, berfikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan
komunikasi. Empat poin terakhir pada aspek kompetensi ini sejalan dangan empat
pilar pendidikan yang ditetapkan oleh UNESCO yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Pilar Learning
to know berpotensi besar untuk mencetak generasi muda yang memiliki
kemampuan intelektual dan akademik yang tinggi, karena siswa tidak sekedar
memperoleh pengetahuan, tetapi juga menguasai teknik memperoleh pengetahuan
tersebut. Learning to do menyiratkan bahwa siswa dilatih untuk sadar dan
mampu melakukan suatu perbuatan produktif. Learning
to be, melatih siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Melalui pilar Learning to live together, diharapkan
siswa memahami, menghormati dan bisa bekerja dengan orang lain dengan semangat
perdamaian dan kerjasama demi kebaikan bersama. Masih diperlukan usaha keras
untuk mewujudkan kompetensi siswa sesuai dengan cita-cita di atas.
Sejak tahun 2001, Indonesia mulai berpartisipasi pada PISA (Programme for International Student Assessment) yaitu asesmen untuk
anak berusia 15 tahun. Di Indonesia anak atau siswa berusia 15 tahun sedang sedang
menduduki kelas 8, 9, atau 10. Asesmen yang dimaksud diantaranya untuk mengukur
kecakapan membaca, matematika, sains, inovasi pada tataran kompetensi global.
Skor PISA Indonesia masih fluktuatif dalam posisi yang relatif rendah. Untuk
PISA tahun 2018 posisi Indonesia dalam kemampuan matematika berada pada posisi 72
dari 78 negara peserta dengan skor 379 dibawah rata-rata 489. Posisi dan skor
tersebut menjadi cambuk bagi semua pemangku kepentingan dan pihak terkait untuk
bersama menyusun strategi menaikkan posisi dan skor PISA sebagai gambaran
kompetensi siswa Indonesia di tingkat global.
Hasil yang diharapkan
dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.
- peserta
mempunyai pemahaman keterampilan berpikir tingkat tinggi (KBTT) berorientasi
PISA dalam pembelajaran dan penilaian
- peserta
mempunyai kemampuan menganalisis karakteristik instrumen PISA untuk
pembelajaran dan penilian
- peserta
mempunyai kemampuan menyusun desain/skenario pembelajaran dan penilaian
berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (KBTT) berorientasi PISA
- peserta
mempunyai kemampuan melaksanakan pembelajaran dan penilaian berbasis
keterampilan berpikir tingkat tinggi (KBTT) berorientasi PISA.
- peserta mempunyai kemampuan mengimbaskan hasil
pelatihan kepada teman sejawat.
Pelatihan dilaksanakan di 3 region. Untuk Region Jakarta, kelas SMP-2, peserta ToT sebagai berikut.
|
No
|
Nama
|
Instansi
|
Kab./Kota
|
Provinsi
|
|
1
|
Rintar
Sipahutar
|
SMP Negeri1 Lingga Utara
|
Kab. Lingga
|
Kepulauan Riau
|
|
2
|
Hardi
Setiawan
|
SMP Islam Raudhatul Jannah
Payakumbuh
|
Kota Payakumbuh
|
Sumatera Barat
|
|
3
|
Freddy Melton Talaumbanua
|
SMP Negeri 5 Mandrehe
|
Kab. Nias Barat
|
Sumatera Utara
|
|
4
|
Tresna
Setia Nuryana
|
SMPN 11 Pesawaran
|
Kab. Pesawaran
|
Lampung
|
|
5
|
Nurchasanah
|
SMP Negeri 2 Adiwerna
|
Kab. Tegal
|
Jawa Tengah
|
|
6
|
Paulus
Peri Pasambo
|
SMP Negeri 2 Satu Atap
Kuranji
|
Kab. Tanah Bumbu
|
Kalimantan Selatan
|
|
7
|
Slamet Widada
|
SMP Muhammadiyah 2 Depok
|
Kab. Sleman
|
D.I.Yogyakarta
|
|
8
|
Ruri
Nugraha
|
SMPN 3 Kusan Hilir
|
Kab. Tanah Bumbu
|
Kalimantan Selatan
|
|
9
|
Triyatiningsih
|
SMP Negeri 5 Magelang
|
Kota Magelang
|
Jawa Tengah
|
|
10
|
Robial
|
MTs N 5 Sarolangun
|
Kab. Sarolangun
|
Jambi
|
|
11
|
Maprokhi
|
SMP Negeri 4 Bumijawa
|
Kab. Tegal
|
Jawa Tengah
|
|
12
|
Sitti Sohrah
|
SMP Negeri 11 Penajam Paser
Utara
|
Kab. Penajam Paser Utara
|
Kalimantan Timur
|
|
13
|
Vic Nanang Winarko | SMPN 13 Rejang Lebong | Kab. Rejang Lebong | Bengkulu
|
|
14
|
Taufik Novantoro |
SMP Negeri 1 Permata Kecubung |
Kab. Sukamara |
Kalimantan Tengah |
|
|
|
|
|
(sumber: Pedoman ToT KBTT P4TK Matematika 2021)