Blog pribadi yang mengulas seputar teknologi dan pemanfaatan/penerapan model pembelajaran serta pengembangan profesi di dunia pendidikan.

Senin, 22 Januari 2018

PENGARUH PENDAMPINGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LESSON STUDY TERHADAP CAPAIAN HASIL UN TAHUN AJARAN 2013/2014 DI SMPN 1 CIKULUR KAB.LEBAK

PENGARUH PENDAMPINGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LESSON STUDY  TERHADAP CAPAIAN HASIL UN TAHUN AJARAN 2013/2014 DI SMPN 1 CIKULUR KAB.LEBAK
Sri Murwati
LPMP Provinsi Banten, Jl.Siliwangi 208 Rangkasbitung, Lebak, Banten, 0252209209
Email: srimurwati12@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran lesson study pada kegiatan pembelajaran dari mata pelajaran yang di UN-kan, yaitu mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan bahasa Inggris, terhadap hasil capaian UN sebelum dan sesudah SMPN 1 Cikulur diberikan pendampingan pembelajaran oleh LPMP Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur mengenai lesson study dan analisis data hasil UN tahun 2013 dan hasil UN tahun 2014. Dalam makalah ini dibahas tentang analisis capaian hasil UN sebelum sekolah diberikan perlakuan pendampingan pembelajaran lesson study dan dibandingkan dengan capaian hasil UN setelah sekolah memperoleh pendampingan lesson study.

Keyword:  Lesson study, hasil UN

1.      PENDAHULUAN

a.    Latar Belakang Masalah
Selama pendidikan masih dibutuhkan, maka selama itu pula masalah-masalah tentang pendidikan akan selalu muncul untuk dibicarakan dan diperdebatkan. Sebagian besar pembicaraan tentang pendidikan terutama tertuju pada bagaimana upaya untuk menemukan cara yang terbaik agar tercapai pendidikan yang bermutu dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang handal, baik dalam bidang akademis, maupun non akademis.
Salah satu masalah atau topik pendidikan yang menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang strategi pembelajaran Lesson Study, yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif.
Pada umumnya, praktik pembelajaran di Indonesia cenderung dilakukan secara konvensional yaitu melalui teknik komunikasi oral. Praktik pembelajaran ini lebih cenderung menekankan pada bagaimana guru mengajar (teacher-centered) dari pada bagaimana siswa belajar (student-centered), dan secara keseluruhan hasilnya tidak banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran siswa. Untuk mengubah kebiasaan praktik pembelajaran dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran yang berpusat kepada siswa memang tidak mudah, terutama di kalangan guru yang menolak adanya perubahan/inovasi. Dalam hal ini, Lesson Study tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mendorong terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di Indonesia menuju ke arah yang jauh lebih efektif.
Dalam rangka mencoba memperkenalkan inovasi strategi pembelajaran lesson study ke sekolah, LPMP Provinsi Banten pada tahun 2013 memberikan pendampingan pembelajaran di sejumlah sekolah di provinsi Banten termasuk di SMPN 1 Cikulur dengan sasaran guru-guru mata pelajaran yang di UN-kan. Dalam tulisan ini, akan dipaparkan secara ringkas tentang pengaruh pendampingan penerapan strategi pembelajaran lesson study di SMPN 1 Cikulur terhadap capaian hasil UN sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan.

b.    Rumusan Masalah


 Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka permasalahan yang dibahas akan berfokus pada:
a)    Capaian hasil UN sebelum pendampingan lesson study diberikan
b)    Capaian hasil UN sesudah sekolah diberikan pendampingan lesson study
c)    Pengaruh pendampingan lesson study terhadap capaian hasil UN

c.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:
a)    Mengetahui capaian hasil UN SMPN 1 Cikulur sebelum diberikan pendampingan lesson study
b)    Mengetahui capaian hasil UN SMPN 1 Cikulur sesudah diberikan pendampingan lesson study
c)    Mengetahui seberapa jauh pengaruh yang ditimbulkan dari kegiatan pendampingan lesson study di SMPN 1 Cikulur terhadap capaian hasil UN

d.    Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui tentang pengaruh yang terjadi setelah sekolah diberikan pendampingan mengenai strategi lesson study dalam pembelajaran di kelas terhadap capaian hasil UN di tahun berjalan.

2.      Kajian Pustaka

Lesson study  merupakan terjemahan langsung dari bahasa Jepang jugyekenkyu, yang berasal dari dua kata jugyo yang berarti lesson atau pembelajaran, dan kenkyu yang  berarti research atau pengkajian. Dengan demikian lesson study merupakan penelitian atau pengkajian terhadap pembelajaran.(Hendayana, dkk, 2007:20).
Lesson study dikembangkan pertama kali di Jepang yang dilaksanakan sebagai program pengembangan profesional guru sejak awal tahun 1960-an. Melalui kegitan tersebut guru-guru di Jepang mengkaji pembelajaran melalui perencanaan dan observasi bersama yang bertujuan untuk memotivasi siswa-siswanya aktif belajar mandiri. Lesson study dipercaya berhasil dalam meningkatkan praktik pembelajaran.
Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan lesson study mulai diikuti oleh beberapa negara lain, termasuk di Amerika Serikat yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis. Catherine Lewis mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari lesson study yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang, yaitu:
(1)  tujuan bersama untuk jangka panjang
Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas, misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa, pengembangan kemampuan individual siswa, pemenuhan kebutuhan belajar siswa, pengembangan pembelajaran yang menyenangkan, mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar, dan sebagainya,
(2) materi pelajaran yang penting.
Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa,
(3) studi tentang siswa secara cermat.
Fokus yang paling utama dari lesson study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa, misalnya, apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar, bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil, bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru, serta hal-hal lainya yang berkaitan dengan aktivitas, partisipasi, serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah,
(4) observasi pembelajaran secara langsung.
Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya  lesson study. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (lesson plan) atau hanya melihat dari tayangan video, namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. Dengan melakukan pengamatan langsung, data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh, bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap, dan bukan sebagai pengganti.
Di Indonesia, cikal bakal Lesson Study dimulai sejak tahun 1998 dengan nama Regional Education Development and Improvement Program (REDIP) dan Inservice Mathematics and Science Teacher Education Program (IMSTEP). REDIP lebih fokus kepada peningkatan manajemen pendidikan dan IMSTEP kepada peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan Lesson Study.
Lesson study diperkenalkan melalui kegiatan piloting yang dilaksanakan dalam proyek foloow-up IMSTEP (Indonesia Mathematics & Science Teacher Education Project)-JICA sejak tahun 2001 di tiga perguruan tinggi di Indonesia yaitu UPI Bandung, UNY Yogyakarta dan UM Malang. Di UM Malang, lesson study dikenalkan secara formal oleh JICA seperti Eisoke Saito pada Januari 2004.
Hasil uji coba penerapan lesson study  bagi sekolah laborat di Malang tahun 2004 menunjukkan terjadinya peningkatan profesionalisme guru dalam melakukan pembelajaran di sekolah, meningkatkan kolaborasi akademik dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dari kegiatan lesson study banyak hal penting yang diperoleh dan berdampak positif bagi semua guru demi meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar .
Pada tahun 2006 IMSTEP berubah nama menjadi Program for Strengthening In-service Teacher Training for Science and Mathematics (SISSTEMS), yaitu Program Penguatan Pelatihan Guru IPA dan Matematika.
Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu tahapan pertama adalah perencanaan (secara kolaborasi mencari solusi inovatif atas permasalahan dalam pembelajaran untuk mengaktifkan siswa, tahapan kedua adalah implementasi (ujicoba inovatif pembelajaran pada kelas nyata, seorang guru mengajar dan guru lain mengobservasi/mencatat aktivitas siswa), dan tahapan ketiga adalah refleksi (membahas temuan tentang aktivitas siswa dan merancang tindak lanjut) yang berkelanjutan.
Gbr.1. siklus pembelajaran lesson study

Gambaran umum dan tujuan utama Lesson Study serta hubungannya dengan empat kompetensi guru yang diharapkan UU No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen adalah sebagai berikut.

Gbr 2. Gambaran  umum  dan Tujuan utama  lesson study serta hubungannya dengan kompetensi guru




3.      Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mengkaji tentang seberapa besar pengaruh pendampingan penerapan strategi pembelajaran lesson study di SMPN 1 Cikulur terhadap capaian hasil UN pada tahun yang bersesuaian. Peneliti mengumpulkan data mengenai capaian hasil UN sebelum SMPN 1 Cikulur diberikan pendampingan strategi pembelajaran lesson study  yaitu hasil UN tahun ajaran 2012/2013 , dan capaian hasil UN sesudah diberikan pendampingan model pembelajaran lesson study, yaitu capaian hasil UN tahun ajaran 2013/2014.

4.      HASIL DAN PEMBAHASAN
Berangkat dari keberhasilan pelaksanaan ujicoba lesson study oleh JICA, maka pada tahun 2013, LPMP Provinsi Banten mencoba dan memilih menggunakan lesson study untuk diterapkan oleh guru pada pembelajaran di kelas dalam kegiatan pendampingan pembelajaran untuk guru-guru mata pelajaran yang di UN-kan ke beberapa sekolah mitra. Salah satu dari sekolah mitra yang menjadi sasaran pendampingan adalah SMPN 1 Cikulur. Guru-guru bidang studi matematika, IPA, bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris yang mengajar di SMPN 1 Cikulur diberikan pendampingan tentang penerapan lesson study dalam pembelajaran di kelas oleh widyaiswara LPMP sesuai dengan bidang studi yang diampunya. Untuk mengukur keberhasilan dari penerapan strategi pembelajaran ini serta seberapa jauh kontribusi penerapan lesson study yang diberikan terhadap hasil UN yang dicapai sekolah, salah satunya dapat dilihat dari capaian SKL hasil UN sebelum dan sesudah SMPN 1 Cikulur diberikan pendampingan penerapan lesson study.
Untuk mengetahui secara rinci pengaruh dari pemberian pendampingan lesson study di SMPN 1 Cikulur untuk guru-guru mata pelajaran yang di UN-kan, diberikan data awal capaian hasil UN  SMPN 1 Cikulur sebelum diberikan pendampingan lesson study yaitu capaian hasil UN Tahun Ajaran 2012/2013 sebagai berikut.

Gbr 3. Hasil UN SMPN 1 Cikulur Tahun Ajaran 2012/2013

Dari Gbr 3 terlihat bahwa rata-rata nilai UN SMPN 1 Cikulur untuk bahasa Indonesia 5,95, untuk IPA nilai rata-rata hasil UN-nya mencapai 4,36, untuk bahasa Inggris mencapai 4,3 dan untuk matematika mencapai 4,29.
Di tahun 2013, widyaiswara LPMP Banten memberikan pendampingan pelaksanaan penerapan lesson study dalam kegiatan pembelajaran untuk guru-guru bidang studi yang di UN-kan.  Untuk mengetahui dampak dari kegiatan pendampingan tersebut terhadap capaian hasil UN yang diperoleh siswa, dapat dilihat dari rata-rata hasil UN tahun ajaran 2013/2014 sebagai berikut.

Gbr 4. Hasil UN SMPN 1 Cikulur Tahun Ajaran 2013/2014

Dari Gbr 4 terlihat bahwa rata-rata nilai UN SMPN 1 Cikulur untuk bahasa Indonesia 6.11, untuk IPA nilai rata-rata hasil UN-nya mencapai 4,3, untuk bahasa Inggris mencapai 4,44 dan untuk matematika mencapai 3.61. Jika data hasil UN tahun ajaran 2012/2013 dan data hasil UN tahun ajaran 2013/2014 disandingkan, akan terlihat sebagai berikut.

Gbr 5. Hasil UN SMPN 1 Cikulur TA 2012/2013 dan TA 2013/2014

Dari Gbr 5 terbaca bahwa capaian nilai rata-rata hasil UN SMPN 1 Cikulur untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris terjadi peningkatan dan untuk mata pelajaran IPA dan matematika terjadi penurunan. Dari semua mata pelajaran yang di UN-kan, jika dihitung-hitung, terdapat 24 SKL yang harus dicapai siswa untuk 4(empat) mata pelajaran tersebut.

Tabel 1. Data capaian daya serap SKL TA 2012/ 2013 dan TA 2013/ 2014
NO
MAPEL
SKL
Hasil UN berdasarkan Daya Serap SKL
selisih
2012/ 2013
2013/ 2014
di
1
BIN
Menulis dan menyunting teks nonsastra
58.43
58.27
-0.16
2
BIN
Membaca dan memahami berbagai teks nonsastra
60.61
63.81
3.2
3
BING
WRITING (Menulis): Mengungkapkan makna secara tertulis
41.67
43.46
1.79
4
BING
READING (Membaca): Memahami makna dalam wacana tertulis pendek
43.3
44.62
1.32
5
MAT
Memahami operasi bentuk aljabar, konsep persamaan dan pertidaksamaan linier, persamaan garis, himpunan, relasi, fungsi, sistem persamaan linier, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah.
34.43
29.21
-5.22
6
MAT
Memahami konsep dalam statistika, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.
36.61
33.74
-2.87
7
MAT
Menggunakan konsep operasi hitung dan sifat-sifat bilangan, perbandingan, bilangan berpangkat, bilangan akar,aritmetika sosial, barisan bilangan, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah.
41.23
36.89
-4.34
8
MAT
Memahami sifat dan unsur bangun ruang, dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
42.42
39.63
-2.79
9
MAT
 Memahami konsep kesebangunan, sifat dan unsur bangun datar, serta konsep hubungan antarsudut dan/atau garis, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
46.93
41.58
-5.35
10
MAT
Memahami konsep peluang suatu kejadian serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.
55.33
43.05
-12.28
11
IPA
 Memahami sistem tata surya
32.78
32.32
-0.46
12
IPA
Memahami klasifikasi zat dan materi
35.8
32.93
-2.87
13
IPA
Menerapkan konsep zat dan kalor
36.61
33.94
-2.67
14
IPA
 Mendeskripsikan ciri-ciri dan keanekaragaman makhluk hidup
37.89
36.38
-1.51
15
IPA
 Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan
38.52
36.59
-1.93
16
IPA
 Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari.
41.35
39.02
-2.33
17
IPA
Mendeskripsikan konsep atom, ion dan molekul dihubungkan dengan produk kimia sehari-hari.
41.8
41.47
-0.33
18
IPA
 Menjelaskan sistem organ dalam kehidupan tumbuhan
41.89
41.92
0.03
19
IPA
Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan  dalam kehidupan sehari-hari.
42.62
42.68
0.06
20
IPA
Mengaplikasikan konsep pertumbuhan dan perkembangan, kelangsungan hidup dan pewarisan sifat pada  organisme serta kaitannya dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat.
45.36
42.89
-2.47
21
IPA
 Menjelaskan sistem organ pada manusia.
49.18
49.8
0.62
22
IPA
Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
49.91
50.51
0.6
23
IPA
 Mendeskripsikan komponen ekosistem, interaksi antarmakhluk hidup dalam lingkungan, serta peran manusia dalam pengelolaan lingkungan.
60.47
54.27
-6.2
24
IPA
Mendeskripsikan pemakaian bahan kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
66.12
58.54
-7.58

Untuk mengetahui lebih jelas apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan pendampingan lesson study  yang dilakukan oleh widyaiswara LPMP terhadap capaian hasil UN, maka dilakukan analisis melalui uji t dan dilakukan penghitungan korelasi terhadap SKL UN  sebagai berikut.
Ho: µo=0 (artinya tidak terjadi perubahan yang signifikan)
H1: µo≠0 (artinya terjadi perubahan yang signifikan)
H0 ditolak jika tH berada diluar daerah penerimaan(selang kepercayaan)
Dari data di atas, dilakukan penghitungan variansi sampel dan tH sebagai berikut.

 Karena tH  berada di daerah penerimaan, maka Ho tidak ditolak. Artinya tidak dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan antara penguasaan materi sebelum dan setelah  proses pendampingan dilaksanakan.
Untuk mendukung kesimpulan di atas, maka dihitung korelasi antara capaian hasil UN sebelum dan sesudah guru-guru diberi perlakuan pendampingan. Dengan menggunakan SPSS 20 diperoleh korelasi antara keduanya sebesar 0,074, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa korelasi antara capaian hasil UN sebelum adanya pendampingan dan capaian hasil UN sesudah adanya pendampingan lesson study  adalah sangat lemah dan bahkan berindikasi tidak ada korelasi diantara keduanya. Artinya, capaian hasil UN siswa sesudah guru-gurunya diberikan pendampingan lesson study tidak dipengaruhi oleh proses pendampingan lesson study  yang dilakukan oleh widyaiswara LPMP selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, pendampingan lesson study tidak signifikan berdampak ke peningkatan capaian hasil UN siswa.




5.    SIMPULAN DAN SARAN
Lesson study  merupakan salah satu inovasi strategi pembelajaran yang dikenalkan pertama kali oleh Jepang untuk meningkatkan praktik pembelajaran dan di Indonesia dipelopori oleh JICA pada Januari 2004.
Lesson Study dikenalkan di sekolah mitra LPMP termasuk di SMPN 1 Cikulur oleh widyaiswara LPMP dengan memfokuskan pendampingan Lesson studynya pada guru-guru yang mengajar mata pelajaran yang di UN-kan yang mengajar di SMPN 1 Cikulur.
Dari studi data hasil UN sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan lesson studi diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1)     Rata-rata nilai UN SMPN 1 Cikulur sebelum diberi pendampingan lesson study  adalah 4,36 untuk IPA ; 4,29 untuk matematika ; 4,3 untuk bahasa Inggris, dan 5,95 untuk bahasa Indonesia.
2)     Setelah guru-guru SMPN 1 Cikulur yang mengajar mata pelajaran yang di UN-kan diberi pendampingan lesson study, terjadi penurunan capaian hasil UN untuk mata pelajaran IPA dan matematika, serta terjadi peningkatan capaian hasil UN untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa indonesia, yaitu: untuk IPA dari 4.36 menjadi 4.3; untuk matematika dari 4,29 menjadi 3,61 ; untuk bahasa Inggris dari 4,3 menjadi 4.4 ; dan untuk bahasa Indonesia dari 5,95 menjadi 6.11.
3)     Dari analisis melalui uji t diperoleh kesimpulan tidak dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan antara penguasaan materi SKL mata pelajaran sebelum dan setelah  proses pendampingan lesson studi dilaksanakan kepada guru mata pelajaran yang di UN kan terhadap capaian hasil UN siswa. Dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh korelasi antara keduanya sebesar 0,074, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa korelasi antara capaian hasil UN sebelum adanya pendampingan lesson study dan capaian hasil UN sesudah adanya pendampingan lesson study  adalah sangat lemah dan bahkan berindikasi tidak ada korelasi diantara keduanya.
Dari hasil studi ini, strategi pembelajaran lesson studi ternyata kurang cocok diterapkan di SMPN 1 Cikulur karena korelasinya sangat lemah terhadap capaian hasil UN siswa. Diharapkan guru mencari strategi pembelajaran yang lain yang jika digunakan lebih bermakna dalam peningkatan capaian hasil UN siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Mahmudi, Ali, 2006, Lesson Study, Universitas Negeri Yogyakarta
Sukirman, 2005,  Improving The Quality Of Secondary Mathematics Teaching Through Lesson Study In Yogyakarta, Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta
Catherine Lewis & Rebecca Perry, 2006,  Professional Development Through Lesson Study: Progress And Challenges In The U.S, Tsukuba Journal of Educational Study in Mathematics. Vol.25
Puspendik, 2013, CD Hasil UN tahun ajaran 2012/2013
Puspendik, 2014, CD Hasil UN tahun ajaran 2013/2014








Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Saya

Sri Murwati, M.Si
Bekerja di LPMP Banten dari tahun 2003. Kemudian dengan adanya tata kelola organisasi baru, mutasi ke BGP Banten sampai saat ini sebagai PTP. Dalam kesehariannya sebagai tenaga fungsional pengembang teknologi pembelajaran. Menyelesaikan kuliah di S1 Matematika UGM dan S2 Matematika ITB dengan predikat Cumloude.  

Label

Postingan Terbaru

Recent Posts Widget

Kontak Saya

Nama

Email *

Pesan *