PENGARUH PENDAMPINGAN PENERAPAN
STRATEGI PEMBELAJARAN LESSON STUDY TERHADAP CAPAIAN HASIL UN TAHUN AJARAN
2013/2014 DI SMPN 1 CIKULUR KAB.LEBAK
Sri
Murwati
LPMP
Provinsi Banten, Jl.Siliwangi 208 Rangkasbitung, Lebak, Banten, 0252209209
Email:
srimurwati12@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran lesson study pada
kegiatan pembelajaran dari mata pelajaran yang di UN-kan, yaitu mata pelajaran
matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan bahasa Inggris, terhadap hasil capaian
UN sebelum dan sesudah SMPN 1 Cikulur diberikan pendampingan pembelajaran oleh
LPMP Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur mengenai lesson
study dan analisis data hasil UN tahun 2013 dan hasil UN tahun 2014. Dalam
makalah ini dibahas tentang analisis capaian hasil UN sebelum sekolah diberikan
perlakuan pendampingan pembelajaran lesson study dan dibandingkan dengan
capaian hasil UN setelah sekolah memperoleh pendampingan lesson study.
1. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Masalah
Selama pendidikan masih dibutuhkan, maka selama itu
pula masalah-masalah tentang pendidikan akan selalu muncul untuk dibicarakan
dan diperdebatkan. Sebagian besar pembicaraan tentang pendidikan terutama
tertuju pada bagaimana upaya untuk menemukan cara yang terbaik agar tercapai
pendidikan yang bermutu dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang
handal, baik dalam bidang akademis, maupun non akademis.
Salah satu masalah atau topik pendidikan yang menarik
untuk diperbincangkan yaitu tentang strategi pembelajaran Lesson Study, yang muncul sebagai salah satu alternatif guna
mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang
efektif.
Pada umumnya, praktik pembelajaran di Indonesia
cenderung dilakukan secara konvensional yaitu melalui teknik komunikasi oral.
Praktik pembelajaran ini lebih cenderung menekankan pada bagaimana guru
mengajar (teacher-centered) dari pada
bagaimana siswa belajar (student-centered),
dan secara keseluruhan hasilnya tidak banyak memberikan kontribusi bagi
peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran siswa. Untuk mengubah kebiasaan
praktik pembelajaran dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran yang
berpusat kepada siswa memang tidak mudah, terutama di kalangan guru yang
menolak adanya perubahan/inovasi. Dalam hal ini, Lesson Study tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu
alternatif guna mendorong terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di
Indonesia menuju ke arah yang jauh lebih efektif.
Dalam rangka mencoba memperkenalkan inovasi strategi pembelajaran
lesson study ke sekolah, LPMP
Provinsi Banten pada tahun 2013 memberikan pendampingan pembelajaran di
sejumlah sekolah di provinsi Banten termasuk di SMPN 1 Cikulur dengan sasaran
guru-guru mata pelajaran yang di UN-kan. Dalam tulisan ini, akan dipaparkan
secara ringkas tentang pengaruh pendampingan penerapan strategi pembelajaran lesson study di SMPN 1 Cikulur terhadap
capaian hasil UN sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan.
b. Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian pada latar belakang, maka permasalahan yang dibahas akan berfokus pada:
a) Capaian
hasil UN sebelum pendampingan lesson
study diberikan
b) Capaian
hasil UN sesudah sekolah diberikan pendampingan lesson study
c) Pengaruh
pendampingan lesson study terhadap
capaian hasil UN
c. Tujuan Penelitian
Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk:
a) Mengetahui capaian hasil UN SMPN 1 Cikulur sebelum
diberikan pendampingan lesson study
b) Mengetahui capaian hasil UN SMPN 1 Cikulur sesudah
diberikan pendampingan lesson study
c) Mengetahui seberapa jauh pengaruh yang ditimbulkan
dari kegiatan pendampingan lesson study di SMPN 1 Cikulur terhadap
capaian hasil UN
d. Manfaat Penelitian
Melalui penelitian
ini diharapkan dapat diketahui tentang pengaruh yang terjadi setelah sekolah
diberikan pendampingan mengenai strategi lesson study dalam pembelajaran
di kelas terhadap capaian hasil UN di tahun berjalan.
2.
Kajian Pustaka
Lesson study merupakan terjemahan
langsung dari bahasa Jepang jugyekenkyu, yang berasal dari dua kata jugyo yang
berarti lesson atau pembelajaran, dan kenkyu yang berarti research
atau pengkajian. Dengan demikian lesson study merupakan penelitian atau
pengkajian terhadap pembelajaran.(Hendayana, dkk, 2007:20).
Lesson study dikembangkan pertama kali di Jepang yang dilaksanakan
sebagai program pengembangan profesional guru sejak
awal tahun 1960-an. Melalui kegitan tersebut guru-guru di Jepang mengkaji
pembelajaran melalui perencanaan dan observasi bersama yang bertujuan untuk
memotivasi siswa-siswanya aktif belajar mandiri. Lesson study dipercaya berhasil dalam meningkatkan praktik
pembelajaran.
Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan lesson
study mulai diikuti oleh beberapa negara lain, termasuk di Amerika Serikat
yang secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis. Catherine
Lewis mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari lesson study yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap
beberapa sekolah di Jepang, yaitu:
(1) tujuan bersama untuk jangka panjang
Lesson study
didahului adanya kesepakatan dari
para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu
jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas, misalnya tentang:
pengembangan kemampuan akademik siswa, pengembangan kemampuan individual siswa,
pemenuhan kebutuhan belajar siswa, pengembangan pembelajaran yang menyenangkan,
mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar, dan sebagainya,
(2) materi
pelajaran yang penting.
Lesson study
memfokuskan pada materi atau bahan
pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran
siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa,
(3) studi
tentang siswa secara cermat.
Fokus yang paling utama dari lesson study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan
siswa, misalnya, apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar,
bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil, bagaimana siswa melakukan
tugas-tugas yang diberikan guru, serta hal-hal lainya yang berkaitan dengan
aktivitas, partisipasi, serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran. Dengan demikian, pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada
bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi
kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah,
(4)
observasi pembelajaran secara langsung.
Observasi langsung boleh dikatakan merupakan
jantungnya lesson study. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran
yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (lesson
plan) atau hanya melihat dari tayangan video, namun juga harus mengamati
proses pembelajaran secara langsung. Dengan melakukan pengamatan langsung, data
yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh,
bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Penggunaan videotape
atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap, dan bukan sebagai
pengganti.
Di Indonesia, cikal bakal Lesson Study dimulai sejak tahun 1998 dengan nama Regional
Education Development and Improvement Program (REDIP) dan Inservice Mathematics
and Science Teacher Education Program (IMSTEP). REDIP lebih fokus kepada
peningkatan manajemen pendidikan dan IMSTEP kepada peningkatan mutu pendidikan
melalui pendekatan Lesson Study.
Lesson study diperkenalkan melalui kegiatan piloting yang dilaksanakan
dalam proyek foloow-up IMSTEP (Indonesia
Mathematics & Science Teacher Education Project)-JICA sejak tahun 2001
di tiga perguruan tinggi di Indonesia yaitu UPI Bandung, UNY Yogyakarta dan UM
Malang. Di UM Malang, lesson study dikenalkan
secara formal oleh JICA seperti Eisoke Saito pada Januari 2004.
Hasil uji coba penerapan lesson study
bagi sekolah laborat di Malang tahun
2004 menunjukkan terjadinya peningkatan profesionalisme guru dalam melakukan
pembelajaran di sekolah, meningkatkan kolaborasi akademik dan dapat dilakukan
secara berkelanjutan. Dari kegiatan lesson
study banyak hal penting yang diperoleh dan berdampak positif bagi semua
guru demi meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar .
Pada tahun 2006 IMSTEP berubah nama menjadi Program for
Strengthening In-service Teacher Training for Science and Mathematics
(SISSTEMS), yaitu Program Penguatan Pelatihan Guru IPA dan Matematika.
Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu tahapan pertama
adalah perencanaan (secara kolaborasi mencari solusi inovatif atas permasalahan
dalam pembelajaran untuk mengaktifkan siswa, tahapan kedua adalah implementasi
(ujicoba inovatif pembelajaran pada kelas nyata, seorang guru mengajar dan guru
lain mengobservasi/mencatat aktivitas siswa), dan tahapan ketiga adalah
refleksi (membahas temuan tentang aktivitas siswa dan merancang tindak lanjut)
yang berkelanjutan.
Gbr.1. siklus pembelajaran lesson study
Gambaran umum dan tujuan utama Lesson
Study serta hubungannya dengan empat kompetensi guru yang diharapkan UU No
14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen adalah sebagai berikut.
Gbr 2. Gambaran umum dan
Tujuan utama lesson study serta hubungannya dengan kompetensi guru
3.
Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti
mengkaji tentang seberapa besar pengaruh pendampingan penerapan strategi
pembelajaran lesson study di SMPN 1
Cikulur terhadap capaian hasil UN pada tahun yang bersesuaian. Peneliti
mengumpulkan data mengenai capaian hasil UN sebelum SMPN 1 Cikulur diberikan
pendampingan strategi pembelajaran lesson
study yaitu hasil UN tahun ajaran
2012/2013 , dan capaian hasil UN sesudah diberikan pendampingan model
pembelajaran lesson study, yaitu
capaian hasil UN tahun ajaran 2013/2014.
4.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berangkat dari keberhasilan pelaksanaan ujicoba lesson study oleh JICA, maka pada tahun
2013, LPMP Provinsi Banten mencoba dan memilih menggunakan lesson study untuk diterapkan oleh guru pada pembelajaran di kelas dalam
kegiatan pendampingan pembelajaran untuk guru-guru mata pelajaran yang di UN-kan
ke beberapa sekolah mitra. Salah satu dari sekolah mitra yang menjadi sasaran
pendampingan adalah SMPN 1 Cikulur. Guru-guru bidang studi matematika, IPA,
bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris yang mengajar di SMPN 1 Cikulur diberikan
pendampingan tentang penerapan lesson
study dalam pembelajaran di kelas oleh widyaiswara LPMP sesuai dengan
bidang studi yang diampunya. Untuk mengukur keberhasilan dari penerapan
strategi pembelajaran ini serta seberapa jauh kontribusi penerapan lesson study yang diberikan terhadap
hasil UN yang dicapai sekolah, salah satunya dapat dilihat dari capaian SKL hasil
UN sebelum dan sesudah SMPN 1 Cikulur diberikan pendampingan penerapan lesson study.
Untuk mengetahui secara rinci pengaruh dari pemberian
pendampingan lesson study di SMPN 1
Cikulur untuk guru-guru mata pelajaran yang di UN-kan, diberikan data awal
capaian hasil UN SMPN 1 Cikulur sebelum
diberikan pendampingan lesson study yaitu
capaian hasil UN Tahun Ajaran 2012/2013 sebagai berikut.
Gbr 3. Hasil UN SMPN 1 Cikulur Tahun Ajaran
2012/2013
Dari Gbr 3 terlihat
bahwa rata-rata nilai UN SMPN 1 Cikulur untuk bahasa Indonesia 5,95, untuk IPA
nilai rata-rata hasil UN-nya mencapai 4,36, untuk bahasa Inggris mencapai 4,3
dan untuk matematika mencapai 4,29.
Di tahun 2013,
widyaiswara LPMP Banten memberikan pendampingan pelaksanaan penerapan lesson study dalam kegiatan pembelajaran
untuk guru-guru bidang studi yang di UN-kan.
Untuk mengetahui dampak dari kegiatan pendampingan tersebut terhadap
capaian hasil UN yang diperoleh siswa, dapat dilihat dari rata-rata hasil UN
tahun ajaran 2013/2014 sebagai berikut.
Gbr 4. Hasil UN SMPN 1 Cikulur Tahun Ajaran
2013/2014
Dari Gbr 4 terlihat
bahwa rata-rata nilai UN SMPN 1 Cikulur untuk bahasa Indonesia 6.11, untuk IPA nilai
rata-rata hasil UN-nya mencapai 4,3, untuk bahasa Inggris mencapai 4,44 dan
untuk matematika mencapai 3.61. Jika data hasil UN tahun ajaran 2012/2013 dan
data hasil UN tahun ajaran 2013/2014 disandingkan, akan terlihat sebagai
berikut.
Gbr 5. Hasil UN SMPN 1 Cikulur TA 2012/2013 dan TA
2013/2014
Dari Gbr 5 terbaca
bahwa capaian nilai rata-rata hasil UN SMPN 1 Cikulur untuk mata pelajaran
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris terjadi peningkatan dan untuk mata
pelajaran IPA dan matematika terjadi penurunan. Dari semua mata pelajaran yang
di UN-kan, jika dihitung-hitung, terdapat 24 SKL yang harus dicapai siswa untuk
4(empat) mata pelajaran tersebut.
Tabel 1. Data capaian daya serap SKL TA 2012/ 2013 dan TA 2013/ 2014
NO
|
MAPEL
|
SKL
|
Hasil UN berdasarkan Daya Serap SKL
|
selisih
|
|
2012/ 2013
|
2013/ 2014
|
di
|
|||
1
|
BIN
|
Menulis dan menyunting teks nonsastra
|
58.43
|
58.27
|
-0.16
|
2
|
BIN
|
Membaca dan memahami berbagai teks nonsastra
|
60.61
|
63.81
|
3.2
|
3
|
BING
|
WRITING (Menulis): Mengungkapkan makna secara tertulis
|
41.67
|
43.46
|
1.79
|
4
|
BING
|
READING (Membaca): Memahami makna dalam wacana tertulis pendek
|
43.3
|
44.62
|
1.32
|
5
|
MAT
|
Memahami operasi bentuk aljabar, konsep persamaan dan pertidaksamaan
linier, persamaan garis, himpunan, relasi, fungsi, sistem persamaan linier,
serta penggunaannya dalam pemecahan masalah.
|
34.43
|
29.21
|
-5.22
|
6
|
MAT
|
Memahami konsep dalam statistika, serta menerapkannya dalam pemecahan
masalah.
|
36.61
|
33.74
|
-2.87
|
7
|
MAT
|
Menggunakan konsep operasi hitung dan sifat-sifat bilangan, perbandingan,
bilangan berpangkat, bilangan akar,aritmetika sosial, barisan bilangan, serta
penggunaannya dalam pemecahan masalah.
|
41.23
|
36.89
|
-4.34
|
8
|
MAT
|
Memahami sifat dan unsur bangun ruang, dan menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
|
42.42
|
39.63
|
-2.79
|
9
|
MAT
|
Memahami konsep kesebangunan,
sifat dan unsur bangun datar, serta konsep hubungan antarsudut dan/atau
garis, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
|
46.93
|
41.58
|
-5.35
|
10
|
MAT
|
Memahami konsep peluang suatu kejadian serta menerapkannya dalam
pemecahan masalah.
|
55.33
|
43.05
|
-12.28
|
11
|
IPA
|
Memahami sistem tata surya
|
32.78
|
32.32
|
-0.46
|
12
|
IPA
|
Memahami klasifikasi zat dan materi
|
35.8
|
32.93
|
-2.87
|
13
|
IPA
|
Menerapkan konsep zat dan kalor
|
36.61
|
33.94
|
-2.67
|
14
|
IPA
|
Mendeskripsikan ciri-ciri dan
keanekaragaman makhluk hidup
|
37.89
|
36.38
|
-1.51
|
15
|
IPA
|
Memahami konsep kelistrikan dan
kemagnetan
|
38.52
|
36.59
|
-1.93
|
16
|
IPA
|
Memahami konsep-konsep dan
penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi
sehari-hari.
|
41.35
|
39.02
|
-2.33
|
17
|
IPA
|
Mendeskripsikan konsep atom, ion dan molekul dihubungkan dengan produk
kimia sehari-hari.
|
41.8
|
41.47
|
-0.33
|
18
|
IPA
|
Menjelaskan sistem organ dalam
kehidupan tumbuhan
|
41.89
|
41.92
|
0.03
|
19
|
IPA
|
Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi)
serta penerapan konsep tekanan dalam
kehidupan sehari-hari.
|
42.62
|
42.68
|
0.06
|
20
|
IPA
|
Mengaplikasikan konsep pertumbuhan dan perkembangan, kelangsungan hidup
dan pewarisan sifat pada organisme
serta kaitannya dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat.
|
45.36
|
42.89
|
-2.47
|
21
|
IPA
|
Menjelaskan sistem organ pada
manusia.
|
49.18
|
49.8
|
0.62
|
22
|
IPA
|
Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur
yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
|
49.91
|
50.51
|
0.6
|
23
|
IPA
|
Mendeskripsikan komponen
ekosistem, interaksi antarmakhluk hidup dalam lingkungan, serta peran manusia
dalam pengelolaan lingkungan.
|
60.47
|
54.27
|
-6.2
|
24
|
IPA
|
Mendeskripsikan pemakaian bahan kimia tertentu dalam kehidupan
sehari-hari.
|
66.12
|
58.54
|
-7.58
|
Untuk mengetahui lebih jelas
apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan pendampingan lesson study yang dilakukan oleh widyaiswara LPMP terhadap
capaian hasil UN, maka dilakukan analisis melalui uji t dan dilakukan
penghitungan korelasi terhadap SKL UN
sebagai berikut.
Ho: µo=0
(artinya tidak terjadi perubahan yang signifikan)
|
||
H1: µo≠0
(artinya terjadi perubahan yang signifikan)
|
||
H0
ditolak jika tH berada diluar daerah penerimaan(selang
kepercayaan)
Dari data
di atas, dilakukan penghitungan variansi sampel dan tH sebagai
berikut.
|
||
|
| ||
Karena tH berada di daerah penerimaan, maka Ho tidak ditolak. Artinya tidak dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan antara penguasaan
materi sebelum dan setelah proses
pendampingan dilaksanakan.
Untuk mendukung
kesimpulan di atas, maka dihitung korelasi antara capaian hasil UN sebelum dan
sesudah guru-guru diberi perlakuan pendampingan. Dengan menggunakan SPSS 20 diperoleh
korelasi antara keduanya sebesar 0,074, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa
korelasi antara capaian hasil UN sebelum adanya pendampingan dan capaian hasil
UN sesudah adanya pendampingan lesson
study adalah sangat lemah dan bahkan
berindikasi tidak ada korelasi diantara keduanya. Artinya, capaian hasil UN
siswa sesudah guru-gurunya diberikan pendampingan lesson study tidak dipengaruhi oleh proses pendampingan lesson study yang dilakukan oleh widyaiswara LPMP selama
proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, pendampingan lesson study tidak signifikan berdampak
ke peningkatan capaian hasil UN siswa.
5. SIMPULAN
DAN SARAN
Lesson study merupakan salah satu inovasi strategi
pembelajaran yang dikenalkan pertama kali oleh Jepang untuk meningkatkan
praktik pembelajaran dan di Indonesia dipelopori oleh JICA pada Januari 2004.
Lesson Study dikenalkan di sekolah mitra LPMP
termasuk di SMPN 1 Cikulur oleh widyaiswara LPMP dengan memfokuskan pendampingan
Lesson studynya pada guru-guru yang
mengajar mata pelajaran yang di UN-kan yang mengajar di SMPN 1 Cikulur.
Dari
studi data hasil UN sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan lesson studi diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
1) Rata-rata nilai UN SMPN 1 Cikulur sebelum diberi
pendampingan lesson study adalah 4,36 untuk IPA ; 4,29 untuk matematika
; 4,3 untuk bahasa Inggris, dan 5,95 untuk bahasa Indonesia.
2) Setelah guru-guru SMPN 1 Cikulur yang mengajar mata
pelajaran yang di UN-kan diberi pendampingan lesson study, terjadi penurunan capaian hasil UN untuk mata
pelajaran IPA dan matematika, serta terjadi peningkatan capaian hasil UN untuk
mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa indonesia, yaitu: untuk IPA dari 4.36
menjadi 4.3; untuk matematika dari 4,29 menjadi 3,61 ; untuk bahasa Inggris
dari 4,3 menjadi 4.4 ; dan untuk bahasa Indonesia dari 5,95 menjadi 6.11.
3) Dari analisis melalui uji t diperoleh kesimpulan tidak dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan
antara penguasaan materi SKL mata pelajaran sebelum dan setelah proses pendampingan lesson studi dilaksanakan kepada guru mata pelajaran yang di UN kan
terhadap capaian hasil UN siswa. Dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh korelasi
antara keduanya sebesar 0,074, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa korelasi
antara capaian hasil UN sebelum adanya pendampingan lesson study dan capaian hasil UN sesudah adanya pendampingan lesson study adalah sangat lemah dan bahkan berindikasi
tidak ada korelasi diantara keduanya.
Dari hasil studi ini, strategi
pembelajaran lesson studi ternyata kurang
cocok diterapkan di SMPN 1 Cikulur karena korelasinya sangat lemah terhadap
capaian hasil UN siswa. Diharapkan guru mencari strategi pembelajaran yang lain
yang jika digunakan lebih bermakna dalam peningkatan capaian hasil UN siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Mahmudi, Ali, 2006, Lesson Study,
Universitas Negeri Yogyakarta
Sukirman, 2005, Improving The Quality Of Secondary
Mathematics Teaching Through Lesson Study In Yogyakarta, Indonesia, Universitas
Negeri Yogyakarta
Catherine Lewis & Rebecca Perry,
2006, Professional
Development Through Lesson Study: Progress And Challenges In The U.S, Tsukuba Journal of Educational Study in Mathematics.
Vol.25
Puspendik, 2013, CD Hasil UN tahun ajaran 2012/2013
Puspendik, 2014, CD Hasil UN tahun ajaran 2013/2014







0 komentar:
Posting Komentar